Diterbikan pada: 29 November 2025
Kota Bekasi, 29 November 2025 – Lingkungan kondusif yang mendorong kreativitas, inovasi, dan potensi peserta didik di jenjang SMP sangat diperlukan sebagai upaya pembinaan karakter. Hal ini sejalan dengan implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang meliputi kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, berpikir kritis, dan semangat belajar sepanjang hayat. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan ajang Bintang Sobat SMP sebagai wadah bagi peserta didik terpilih yang dengan potensinya dapat memberikan kontribusi besar dan menjadi agen perubahan untuk masa depan anak Indonesia. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat mendorong seluruh Bintang Sobat SMP untuk menjadi duta perubahan dan kembali ke sekolah masing-masing untuk menjadi role model 7 KAIH; mendorong ekosistem budaya belajar yang aman, nyaman, menggembirakan; serta memperluas jaringan inspirasi. Peran dan kepemimpinan Bintang Sobat SMP 2025 adalah kontribusi nyata bagi masa depan anak Indonesia. “Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. KPAI bertugas untuk memastikan bahwa setiap anak di Indonesia mendapatkan hak-haknya untuk hidup, tumbuh, dan berkembang sesuai dengan martabat kemanusiaan, termasuk perlindungan dari kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi,” ujar Diyah.
Diskusi Praktik Baik Anti Perundungan
Salah satu isu yang diangkat dalam sesi praktik baik Bintang Sobat SMP adalah perlindungan anak melalui pencegahan kekerasan dan perundungan di satuan pendidikan. Di dalam sesi ini, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini, menegaskan komitmen KPAI untuk berkolaborasi dengan Kemendikdasmen dalam melindungi hak anak dan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan anak.
Di tengah diskusi, salah satu peserta dari SMPN 1 Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, Septiani Putri, mengajukan pertanyaan yang sangat relevan tentang langkah konkret yang dapat dilakukan di sekolah untuk melindungi teman dari perundungan. Menanggapi hal tersebut, Diyah menyatakan bahwa penting untuk memulai dengan pengawasan yang ketat di lingkungan sekolah, memastikan setiap kasus kekerasan anak ditangani secara tepat, termasuk pengembangan sistem pelaporan yang mudah diakses oleh semua pihak.
Di sesi berbagi praktik baik selanjutnya, salah satu isu utama yang juga dibahas adalah pentingnya pendidikan yang mengutamakan disiplin positif sebagai pendekatan yang mengubah cara orang dewasa berinteraksi dengan anak-anak dan bertujuan untuk mengajarkan anak memahami dan mengontrol perilakunya tanpa kekerasan.
Konsultan United Nations Children's Fund (UNICEF) Indonesia, Maria Arika, berbicara tentang pentingnya pendekatan ini dalam menciptakan hubungan yang saling menghargai. “Disiplin positif bukan hanya tentang mencegah perilaku negatif, tetapi juga tentang memahami kebutuhan dasar anak-anak, seperti rasa aman dan diterima sehingga dapat membantu mereka berkembang menjadi individu yang bertanggung jawab dan penuh empati,” jelas Arika.
Ia pun menambahkan bahwa guru perlu berperan sebagai contoh yang baik bagi siswa. “Guru yang tenang dan sabar dalam menghadapi situasi emosional dapat menciptakan kelas yang aman bagi siswa. Disiplin positif membutuhkan keseimbangan antara pengajaran yang penuh kasih sayang dan pemberian batasan yang jelas,” urainya.
Untuk memastikan sinergi isu prioritas tersebut dengan program Kemendikdasmen, guru pendamping secara khusus mendapatkan penguatan terkait gerakan 7 KAIH, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan mendorong keterlibatan Bintang Sobat SMP secara bermakna dalam program tersebut.
Dalam sesi panel, narasumber Kemendikdasmen yang terdiri dari Agus Fanny, Nurhatimah Saptija, dan Yayu Mukaromah menegaskan pentingnya kolaborasi guru dan Bintang Sobat SMP dalam menyiapkan, melaksanakan dan memantau implementasi program prioritas Kemendikdasmen.
Tentang Bintang Sobat SMP 2025
Sebagai informasi, Kemendikdasmen melalui Direktorat SMP menyelenggarakan kegiatan Apresiasi Bintang Sobat SMP Tahun 2025 pada tanggal 26 s.d 29 November 2025. Kegiatan ini menjadi momentum nasional untuk memperkuat peran peserta didik sebagai pelopor sekolah aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh murid di Indonesia.
Pada pelaksanaan BSS tahun 2025 tanggal 27 November, peserta diajak untuk melakukan kegiatan fisik seperti fun football yang dimentori oleh AIA (Coach tim bola Spurs Tylor), materi public speaking oleh Andari Agustien, serta yang tak kalah seru yaitu pelaksanaan BSS Championship, di mana para peserta menghadapi berbagai tantangan baik secara individu maupun kelompok dengan durasi waktu yang singkat. Tantangan-tantangan ini dirancang untuk mengukur kreativitas, kemampuan kolaborasi, pemecahan masalah, serta kepemimpinan para peserta.
Sementara itu, pada tanggal 28 November, peserta diajak untuk melaksanakan audiensi dengan Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Komunikasi dan Media, Ma’ruf, di kantor Kemendikdasmen yang fokus pada diskusi tentang literasi digital dan bijak menggunakan sosial media. Peserta juga melanjutkan wisata edukasi ke Monumen Nasional dan Universitas Indonesia dimana peserta diberikan motivasi terkait pendidikan dan budaya.*** (Penulis: Andrew/Editor: Denty A., Seno H./Dokumentasi: Dit. SMP)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Penulis: Andrew
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Pendidikan Vokasi
Guru Sekolah Kejuruan
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Ruang GTK
Ruang Sekolah
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Ruang Bahasa
GTK
Vokasi
Sekjen
Murid Kejuruan
Guru Dikdasmen
Sekolah Dikdasmen
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Orang Tua
Sastrawan
Pegiat Literasi
Penguatan Pendidikan Karakter