Kudus, Jawa Tengah, 3 September 2026 - Pembelajaran Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) hadir sebagai upaya untuk menumbuhkan pola pikir kritis dan inovatif pada peserta didik. Dengan mengusung prinsip 5M, yaitu: Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful, Kemendikdasmen mengenalkan STEM dengan cara yang sederhana sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di pembelajaran mereka. Penerapan Program STEM di sekolah perlu didukung dengan meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran STEM yang sesuai prinsip Pembelajaran Mendalam serta prinsip 5M. Dengan pembekalan ini, guru diharapkan tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, inspiratif, dan berdampak bagi murid.<br/>
Kudus, Jawa Tengah, 3 September 2026 - Pembelajaran Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) hadir sebagai upaya untuk menumbuhkan pola pikir kritis dan inovatif pada peserta didik. Dengan mengusung prinsip 5M, yaitu: Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful, Kemendikdasmen mengenalkan STEM dengan cara yang sederhana sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di pembelajaran mereka. Penerapan Program STEM di sekolah perlu didukung dengan meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran STEM yang sesuai prinsip Pembelajaran Mendalam serta prinsip 5M. Dengan pembekalan ini, guru diharapkan tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, inspiratif, dan berdampak bagi murid.<br/>
Kudus, Jawa Tengah, 3 September 2026 — Seekor katak di sawah, belalang yang melompat di rerumputan, semut yang berjalan beriringan, hingga kupu-kupu yang beterbangan dapat menjadi pintu masuk anak mengenal sains. Tak perlu laboratorium mahal atau peralatan berteknologi tinggi. Rasa ingin tahu dan lingkungan sekitar justru dapat menjadi ruang belajar yang kaya. Cara pandang inilah yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) dengan pendekatan 5M: Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan perubahan pola pikir menjadi kunci agar pembelajaran sains dapat hadir dekat dengan kehidupan anak.
Kudus, Jawa Tengah, 3 September 2026 — Seekor katak di sawah, belalang yang melompat di rerumputan, semut yang berjalan beriringan, hingga kupu-kupu yang beterbangan dapat menjadi pintu masuk anak mengenal sains. Tak perlu laboratorium mahal atau peralatan berteknologi tinggi. Rasa ingin tahu dan lingkungan sekitar justru dapat menjadi ruang belajar yang kaya. Cara pandang inilah yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) dengan pendekatan 5M: Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan perubahan pola pikir menjadi kunci agar pembelajaran sains dapat hadir dekat dengan kehidupan anak.
Jakarta, 3 September 2026 — Untuk memenuhi kebutuhan riil pendidikan di daerah, terutama dukungan operasional satuan pendidikan melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) serta pembayaran tunjangan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengusulkan tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Pendidikan sebesar Rp33,48 triliun pada Tahun Anggaran (TA) 2027. Usulan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Selasa (1/9).
Jakarta, 3 September 2026 — Untuk memenuhi kebutuhan riil pendidikan di daerah, terutama dukungan operasional satuan pendidikan melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) serta pembayaran tunjangan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengusulkan tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Pendidikan sebesar Rp33,48 triliun pada Tahun Anggaran (TA) 2027. Usulan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Selasa (1/9).
Jakarta, 3 September 2026 — Isu kekerasan dan paparan paham ekstremisme di kalangan anak menjadi perhatian bersama berbagai pihak. Untuk memperkuat langkah pencegahan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar kegiatan Penguatan Peran Komite Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan dalam Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme di Satuan Pendidikan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Jakarta, 3 September 2026 — Isu kekerasan dan paparan paham ekstremisme di kalangan anak menjadi perhatian bersama berbagai pihak. Untuk memperkuat langkah pencegahan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar kegiatan Penguatan Peran Komite Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan dalam Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme di Satuan Pendidikan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Jakarta, 3 September 2026 — Bagi Luvidi Pranawa Alghari, prestasi tidak datang secara instan. Ketertarikannya pada matematika dan pemrograman sejak sekolah dasar membawanya mengikuti berbagai ajang talenta, mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga meraih medali emas International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI). Murid kelas 11 SMAS Pribadi Beji, Depok, Jawa Barat, tersebut kini tercatat sebagai peraih medali emas IOAI 2026 setelah sebelumnya meraih medali perak pada IOAI 2025. Capaian tersebut melengkapi perjalanan prestasinya yang dimulai dari tingkat nasional, dengan meraih medali perak OSN Jenjang Pendidikan Dasar cabang ajang matematika pada 2023 dan medali emas OSN Jenjang Pendidikan Menengah cabang ajang Informatika pada 2024.
Jakarta, 3 September 2026 — Bagi Luvidi Pranawa Alghari, prestasi tidak datang secara instan. Ketertarikannya pada matematika dan pemrograman sejak sekolah dasar membawanya mengikuti berbagai ajang talenta, mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga meraih medali emas International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI). Murid kelas 11 SMAS Pribadi Beji, Depok, Jawa Barat, tersebut kini tercatat sebagai peraih medali emas IOAI 2026 setelah sebelumnya meraih medali perak pada IOAI 2025. Capaian tersebut melengkapi perjalanan prestasinya yang dimulai dari tingkat nasional, dengan meraih medali perak OSN Jenjang Pendidikan Dasar cabang ajang matematika pada 2023 dan medali emas OSN Jenjang Pendidikan Menengah cabang ajang Informatika pada 2024.