Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melantik Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pejabat Fungsional di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Senin (8/6). Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen menegaskan bahwa pelantikan dan capaian jabatan yang diraih merupakan awal dari perjalanan panjang sebagai aparatur yang mengemban amanah untuk melayani masyarakat, bangsa, dan negara.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melantik Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pejabat Fungsional di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Senin (8/6). Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen menegaskan bahwa pelantikan dan capaian jabatan yang diraih merupakan awal dari perjalanan panjang sebagai aparatur yang mengemban amanah untuk melayani masyarakat, bangsa, dan negara.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang memungkinkan peserta didik tumbuh sebagai pribadi yang mandiri, kreatif, dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di sekitarnya. Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi SMA/Pondok Pesantren Welas Asih, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (6/6).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang memungkinkan peserta didik tumbuh sebagai pribadi yang mandiri, kreatif, dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di sekitarnya. Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi SMA/Pondok Pesantren Welas Asih, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (6/6).
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat reformasi tata kelola guru di Indonesia. Rangkaian kebijakan disiapkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi para pendidik selama bertahun-tahun, mulai dari keterbatasan akses pengembangan kompetensi, ketimpangan kesejahteraan, beban administrasi yang berlebihan, hingga distribusi guru yang belum merata.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat reformasi tata kelola guru di Indonesia. Rangkaian kebijakan disiapkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi para pendidik selama bertahun-tahun, mulai dari keterbatasan akses pengembangan kompetensi, ketimpangan kesejahteraan, beban administrasi yang berlebihan, hingga distribusi guru yang belum merata.
Garut, Jawa Barat, 7 Juni 2026 – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengajak para guru untuk menjadi “arsitek pembelajaran” yang mampu merancang pengalaman belajar yang bermakna, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Pesan tersebut disampaikannya dalam kegiatan penguatan kompetensi guru bertema Deep Learning dan Transformasi Pendidikan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (6/6).
Garut, Jawa Barat, 7 Juni 2026 – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengajak para guru untuk menjadi “arsitek pembelajaran” yang mampu merancang pengalaman belajar yang bermakna, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Pesan tersebut disampaikannya dalam kegiatan penguatan kompetensi guru bertema Deep Learning dan Transformasi Pendidikan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (6/6).
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong terwujudnya satuan pendidikan yang tidak hanya mendukung proses belajar yang nyaman, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan. Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dirangkaikan dengan penanaman mangrove di Kalimantan Timur, sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong terwujudnya satuan pendidikan yang tidak hanya mendukung proses belajar yang nyaman, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan. Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dirangkaikan dengan penanaman mangrove di Kalimantan Timur, sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.