Diterbikan pada: 29 November 2025
Kota Bekasi, 29 November 2025 – "Bintang sejati bukanlah yang paling terang, tetapi yang mau bersinar bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk bintang yang lain," kata Alifa Aqilla Herfiza, salah satu peserta dari Bintang Sobat SMP (BSS) Tahun 2025 yang meraih predikat Bintang Sobat SMP Terfavorit saat acara penganugerahan pada Malam Apresiasi dan Penutupan BSS, di Bekasi (28/11).
Alifa, murid kelas IX di SMP Kesatuan Bangsa Yogyakarta, melanjutkan narasinya dengan misi akan melakukan edukasi anti perundungan lewat webinar untuk menjangkau lebih banyak teman sebaya jenjang SMP lainnya. “Saya akan melakukan kolaborasi dengan rekan psikolog di Kalimantan Selatan, yang merupakan tempat kelahiran saya, lewat webinar secara berkala,” ungkap Alifa yang menekuni hobi menyanyi.
Dalam rangkaian acara Malam Apresiasi dan Penutupan ajang nasional BSS Tahun 2025, para peserta, guru pendamping, dan mitra Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkumpul untuk merayakan prestasi, kreativitas, dan semangat juang peserta BSS. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa peran setiap murid sangat krusial untuk menciptakan perubahan positif di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Kalian sebagai finalis bukan hanya dipilih karena pintar atau berbakat, tetapi karena siap menjadi duta pendidikan yang ramah—seseorang yang membawa semangat perubahan ke sekolah masing-masing dengan misi yang sangat konkret,” ujar Wamen Atip dalam sambutannya.
Wamen Atip menjelaskan, tiga misi utama yang harus diemban para Bintang Sobat SMP ini adalah menjadi panutan bagi teman sebaya dalam menerapkan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat atau 7 KAIH, mendorong ekosistem budaya belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan di sekolah, serta memperluas jaringan inspirasi dengan memanfaatkan pertemanan lintas provinsi yang sudah terjalin selama ajang BSS Tahun 2025.
"Kalian adalah benih talenta yang telah dibina. Kami percaya satu bintang yang menyala terang mampu menerangi ribuan bintang lainnya—jadi, jadikan pengalaman mengikuti ajang ini sebagai pemantik motivasi untuk menginspirasi sobat SMP lainnya di seluruh Indonesia,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Gogot Suharwoto, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme yang luar biasa dari para peserta Apresiasi BSS Tahun 2025. "Proses seleksi yang dimulai dari 3.515 murid hingga terpilih 570 murid, kemudian 219 finalis, dan akhirnya 76 peserta terbaik yang terpilih, menunjukkan bahwa semangat dan dedikasi mereka patut diacungi jempol," katanya. Gogot juga mengapresiasi mitra Kemendikdasmen yang telah memberikan dukungan atas pelaksanaan BSS Tahun 2025.
"Terima kasih kepada AIA, Maleo Group, I-Gen, dan educourse.id, yang telah mendukung keterlaksanaan acara ini, pelatihan Koding dan kesempatan berharga kepada para peserta untuk memperdalam keterampilan digital serta narasumber publik speaking yang bertujuan meningkatkan rasa percaya diri peserta dalam berkomunikasi. Dukungan dan kontribusi mitra kerja sama ini sangat berharga dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Selanjutnya, Direktur SMP, Maulani Mega Hapsari melalui laporan penutupan yang disampaikan sebelum pengumuman penerima apresiasi, menjelaskan bahwa empat kategori penghargaan diberikan kepada finalis terpilih Bintang Sobat SMP Terfavorit, Bintang Sobat SMP Terkreatif, Bintang Sobat SMP Teraktif, dan Bintang Sobat SMP Terbaik. Adapun daftar penerima apresiasi BSS Tahun 2025 dapat dilihat di lampiran terpisah.
“Kategori ini merupakan pengakuan atas proses penilaian holistik yang mencakup tiga pilar utama yaitu kemampuan kognitif melalui BSS Championship yang mengukur literasi dan numerasi, kreativitas melalui Unjuk Bakat, serta yang terpenting konsistensi karakter melalui Progress Report 7 KAIH yang diisi dan divalidasi setiap hari oleh peserta,” urai Direktur Maulani.
Ditemui seusai penganugerahan apresiasi, Syauqi Elfatta Rakasiwi, murid kelas IX di SMP Islam Al-Azhar Cairo Palembang tampak bersemangat, merespons harapan Wamen Atip dengan komitmen nyata. Ia mengaku siap berkoordinasi dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan English Club di sekolahnya untuk menciptakan program anti perundungan melalui platform media sosial.
Syauqi percaya bahwa media sosial yang biasanya jadi ajang pamer atau bahkan tempat perundungan digital, justru bisa diputar arah menjadi ruang kampanye positif di mana cerita-cerita tentang empati, keberagaman, dan keberanian melapor kekerasan disebarkan secara viral di kalangan teman sebaya. "Kami akan buat konten yang sesuai dengan kehidupan siswa SMP sehari-hari, lewat bahasa yang tidak terkesan menggurui, tapi tetap punya pesan kuat soal anti perundungan," pungkas Syauqi.*** (Penulis: Andrew/Editor: Denty A., Seno H./Dokumentasi: Tim Dit. SMP)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Penulis: Andrew
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Pendidikan Vokasi
Guru Sekolah Kejuruan
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
pdm
Ruang Murid
Ruang GTK
Ruang Sekolah
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Ruang Bahasa
GTK
Itjen
Vokasi
Sekjen
Murid Kejuruan
Guru Dikdasmen
Sekolah Dikdasmen
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Orang Tua
Sastrawan
Pegiat Literasi
Penguatan Pendidikan Karakter