Diterbikan pada: 7 Maret 2026
Jakarta, 7 Maret 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyosialisasikan Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pembinaan talenta murid secara nasional. Program ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikasmen) Nomor 25 Tahun 2025 Tentang Manajemen Talenta Murid yang menekankan identifikasi bakat, minat, dan pengembangan talenta murid secara terencana, terstruktur, dan berkelanjutan. Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, menyampaikan bahwa pengembangan talenta murid menjadi kebutuhan strategis bangsa di tengah kompetisi global yang semakin dinamis. “Pengembangan talenta murid hari ini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis bangsa. Negara membutuhkan sistem yang mampu mengidentifikasi, membina, dan mengakselerasi potensi anak-anak Indonesia secara terstruktur,” ujarnya dalam acara Sosialisasi Bina Talenta Indonesia 2026, di Jakarta, pada Kamis (5/3). Program Bina Talenta Indonesia yang dikelola oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) adalah pelatihan dalam rangka pengembangan talenta murid dan pemandu talenta di bidang STEM, Koding, Kecerdasan Artifisial dan Karakter. Program ini dilaksanakan melalui kemitraan dengan perguruan tinggi sebagai pusat penguatan kompetensi, sekaligus melibatkan pemandu talenta di satuan pendidikan sebagai penggerak pembinaan berkelanjutan di daerah. Pada pelaksanaan tahun 2025, program BTI menjangkau peserta dari 38 provinsi di seluruh Indonesia dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dengan melibatkan 23 perguruan tinggi mitra, yaitu Universitas Syiah Kuala, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Sanata Dharma, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Bina Nusantara, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Trisakti, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Manufaktur Bandung, Universitas Gunadarma, Universitas Padjadjaran, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Kristen Petra, UPN Veteran Jawa Timur, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Mulawarman, dan Institut Teknologi Del. Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene menambahkan bahwa pengalaman pelaksanaan BTI 2025 menunjukkan keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kesiapan satuan pendidikan dalam mengidentifikasi potensi murid sejak dini, peran aktif pemandu talenta dalam melakukan pembinaan yang konsisten, serta dukungan sistemik dari dinas pendidikan dan kepala sekolah. Pencapaian peningkatan literasi sains tahun 2025 khususnya untuk peserta murid di wilayah timur menunjukkan bahwa Bina Talenta Indonesia dapat mendukung visi Pendidikan Bermutu untuk Semua. “Oleh karena itu, pada BTI 2026 kami mendorong penguatan pada aspek kualitas pembinaan, transparansi seleksi, serta integrasi data talenta agar pembinaan tidak berhenti pada ajang, tetapi berlanjut sebagai proses pengembangan jangka panjang,” ujarnya. Pada tahun 2026, BTI difokuskan pada peserta jenjang SMA/SMK/MA/sederajat dengan pendekatan pembinaan bertingkat, yang bertujuan untuk mengantisipasi tingkat kompetensi peserta yang beragam, terdiri atas tingkat dasar, menengah, dan mahir. Target peserta ditetapkan sebanyak 3 ribu orang, yang terdiri atas 840 murid tingkat mahir serta 2.160 peserta tingkat menengah yang mencakup murid dan pemandu talenta. Pendaftaran dimulai tanggal 6 Maret-2 April 2026 dan pelaksanaan pelatihan di Universitas Juli dan Agustus 2026. Dengan dukungan pengalaman kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi, BTI 2026 diharapkan semakin memperkuat ekosistem talenta nasional yang inklusif, sistematis, dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.*** (Penulis: Denty/Editor: Seno H./Dokumentasi: BKHM)
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 192/sipers/A6/III/2026
Penulis: Rayhan Parady
Editor: Denty Anugrahmawaty
Sekjen