Diterbikan pada: 7 Maret 2026
Sukabumi, Jawa Barat, 7 Maret 2026 — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meninjau pelaksanaan kegiatan Jumat Bersih di SD Negeri 01 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/3). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi peserta didik. Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menegaskan bahwa pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekolah merupakan bagian penting dari upaya membangun karakter peserta didik. Melalui kegiatan Jumat Bersih, siswa tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga dilatih untuk memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. “Ini bagian dari program yang didorong oleh Bapak Presiden melalui Gerakan Indonesia ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Salah satu implementasinya di lingkungan sekolah adalah menggiatkan kembali kegiatan Jumat Bersih, yakni kegiatan bersih-bersih yang dilakukan secara rutin dengan melibatkan para siswa,” ucap Wamen Fajar. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan positif bagi peserta didik. Lingkungan belajar yang bersih dan tertata akan membuat siswa lebih nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan hal tersebut, Guru Kelas 5 SD Negeri 01 Cibadak, Gina Permata Desa, menyampaikan bahwa Gerakan ASRI memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran sekaligus pembentukan karakter siswa. Menurutnya, pembiasaan menjaga kebersihan di sekolah dapat mendorong anak untuk menerapkan kebiasaan serupa di rumah. “Gerakan ASRI ini menekankan pentingnya lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, dan indah. Dari sudut pandang kami sebagai guru, kegiatan ini dapat membantu menumbuhkan kemandirian anak, tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah bersama orang tua,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa peran guru sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kebersihan kepada peserta didik melalui pembiasaan sehari-hari di sekolah. Guru secara aktif mengajak siswa memahami bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari sikap hidup yang harus diterapkan dalam berbagai lingkungan. “Kami terus menyosialisasikan kepada anak-anak bahwa bersih itu indah, bersih itu enak, dan membuat lingkungan menjadi nyaman. Dengan begitu mereka menyadari bahwa kebersihan tidak hanya penting di sekolah, tetapi juga di rumah dan untuk diri mereka sendiri,” jelas Gina. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebersihan lingkungan belajar sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan motivasi belajar siswa. Dalam proses pembelajaran, guru bahkan kerap memberikan simulasi kepada siswa untuk membandingkan kondisi belajar di lingkungan yang bersih dan yang kotor. “Ketika anak-anak belajar di tempat yang kotor, misalnya ada bau atau sampah, mereka merasa tidak nyaman. Tetapi ketika lingkungan belajar bersih, mereka bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Dari situ mereka menyadari bahwa bersih itu memang membuat belajar lebih nyaman dan sehat,” tambahnya. Melalui Gerakan ASRI dan kegiatan Jumat Bersih, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama satuan pendidikan terus mendorong terciptanya budaya hidup bersih dan sehat di sekolah. Upaya ini diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap kebersihan dan lingkungan sejak dini.*** (Penulis: Rayhan/Editor: Denty A./Seno H./Fotografer: Morecka)
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 191/sipers/A6/III/2026
Penulis: Rayhan Parady
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen