Diterbikan pada: 1 Maret 2026
Kab. Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 1 Maret 2026 - Implementasi Super Aplikasi Rumah Pendidikan yang diluncurkan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di SD Negeri 020 Sepaku, Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan literasi digital dan keterlibatan belajar siswa di wilayah 3T. Dari total 328 siswa di sekolah tersebut, sebanyak 155 siswa telah menjadi pengguna aktif fitur Ruang Murid, atau setara dengan 47,2 persen tingkat adopsi digital. Perubahan paling signifikan terlihat pada peningkatan utilisasi diri siswa dalam mengoperasikan perangkat digital. Siswa yang sebelumnya mengalami kendala teknis, seperti penggunaan tetikus (mouse) dan navigasi aplikasi, kini mampu membuka dan menutup aplikasi, mengakses konten pembelajaran, serta mengeksplorasi fitur edukasi secara mandiri. Laboratorium komputer tidak lagi menjadi ruang pasif, melainkan ruang eksplorasi yang dinamis dan partisipatif. Syarinah, Guru SDN 020 Sepaku, menegaskan transformasi tersebut terjadi dalam waktu relatif singkat melalui pendampingan yang terstruktur. “Awalnya banyak siswa canggung menggunakan perangkat digital. Sekarang mereka lebih percaya diri, mampu bernavigasi sendiri, bahkan berani mengeksplorasi konten pembelajaran tanpa takut salah. Rumah Pendidikan bukan sekadar alat belajar, tetapi media yang memerdekakan siswa untuk tumbuh di dunia digital secara positif,” ujarnya beberapa waktu lalu saat Tim Pusdatin meninjau ke sekolah. Pemanfaatan aplikasi besutan Pusdatin tersebut dilaksanakan dua kali dalam sebulan dengan durasi 2 x 35 menit setiap pertemuan. Sebanyak 16 guru terlibat aktif mengeksplorasi fitur-fitur utama seperti Lab Maya, Buku Digital, Game Interaktif, serta modul penguatan karakter Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Keterlibatan tenaga pendidik menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi. Melalui pendekatan kolaboratif di komunitas belajar dan forum Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 2 Kecamatan Sepaku, proses diseminasi dilakukan berkelanjutan agar menjembatani kesenjangan antara pemahaman konseptual dan praktik teknis di ruang kelas. Fitur Ruang Murid Wujudkan Pembelajaran Digital yang Terstruktur "Tingkat adopsi 47,2 persen adalah fondasi awal. Sekolah menargetkan peningkatan hingga 80 persen pada semester mendatang melalui penguatan infrastruktur laboratorium komputer serta optimalisasi pendampingan guru," sambungnya. Pada kesempatan berbeda, Kepala Pusdatin, Yudhistira Nugraha mengatakan, semangat pembelajaran mendalam, berkualitas, dan inklusif melalui Rumah Pendidikan bisa menjadi salah satu daya tarik belajar guna menekan angka penyebab putus sekolah terutama di pelosok daerah. Sebab, selain faktor laten seperti keterbatasan akses terhadap pendidikan dan kondisi ekonomi keluarga, survei menyebutkan bahwa anak sekolah dasar dan menengah yang putus sekolah juga dikarenakan rendahnya kesadaran serta faktor sosial dan budaya yang mengedepankan pekerjaan di usia muda. “Diperlukan terobosan dan intervensi cerdas dalam mengatasi semua tantangan tersebut. Super Aplikasi Rumah Pendidikan adalah bagian pembangunan ekosistem pendidikan mendalam yang menarik dan penting dari Mendikdasmen Prof Mu’ti,” katanya di Jakarta, 1 Maret 2026. Pengalaman SDN 020 Sepaku ini menunjukkan, digitalisasi bukan hanya modernisasi teknologi, tetapi juga instrumen pemerataan akses dan peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan pemanfaatan teknologi tepat guna, batasan geografis dan keterbatasan sumber daya dapat diminimalkan. Jika langkah serupa tumbuh di setiap titik desa di Indonesia, transformasi pendidikan nasional akan bergerak sistemik menuju terwujudnya generasi unggul dan adaptif dalam menyongsong Indonesia Emas.*** (Penulis & Dokumentasi: Tim Pusdatin/Editor: Denty A., Seno H.)
Menurut Syarinah, fitur Ruang Murid memberikan akselerasi signifikan terhadap metode pengajaran. “Ruang Murid menjadi akselerator pembelajaran bagi siswa kami. Kontennya dinamis dan sangat sesuai karakter generasi sekarang yang audio visual. Guru lebih mudah melakukan diferensiasi pembelajaran karena materi dapat disampaikan secara visual dan interaktif,” tambahnya yang menilai bahwa Rumah Pendidikan mampu menghadirkan ekosistem digital yang lebih terintegrasi dan komprehensif.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 174/sipers/A6/III/2026
Penulis: Kontributor BKHM
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Ruang GTK
Ruang Sekolah
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Sekjen
Guru Dikdasmen
Sekolah Dikdasmen
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi