pendidikan_untuk semua Ramah rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon Publikasi
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Button Icon PPID
Penutupan ICCCRL 2025: Wamen Atip Ajak Perkuat Kolaborasi Lintas Agama dan Budaya
Penutupan ICCCRL 2025: Wamen Atip Ajak Perkuat Kolaborasi Lintas Agama dan Budaya

Diterbikan pada: 14 November 2025

Bagikan:

Gambar Siaran Pers

Jakarta, 14 November 2025 – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menghadiri dan menyampaikan sambutan penutupan pada International Conference on Cross-Cultural Religious Literacy (ICCCRL) yang berlangsung di Jakarta, Rabu (12/11). 

“Atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi aktif dan pandangan berharga dari seluruh peserta konferensi ini. Dalam dua hari pelaksanaan konferensi bukan sekadar ajang pertukaran gagasan, melainkan wujud nyata bahwa pendidikan adalah kunci menghadapi tantangan masyarakat global,” ujar Wamen Atip di Jakarta pada Rabu (12/11). 

Ia menuturkan bahwa konferensi internasional yang dihadiri 220 peserta, termasuk 70 perwakilan dari luar negeri, menunjukkan tekad bersama untuk menemukan solusi lintas budaya dan agama. “Kemendikdasmen dan Institut Leimena telah menunjukkan 'Partisipasi Semesta. Pertemuan ini meyakinkan kami agar mencapai dunia yang damai, saling menghormati, dan bermartabat,” tuturnya.

Wamen Atip juga mengutip berbagai pemikiran para filsuf dunia seperti Heidegger, Habermas, Levinas, dan Rumi untuk menggambarkan tantangan kemanusiaan di era digital. Menurutnya, literasi keagamaan lintas budaya atau Cross-Cultural Religious Literacy (CCRL) bukan sekadar pengetahuan tentang ajaran agama lain, melainkan kemampuan untuk berempati, berdialog secara kritis dan konstruktif, serta mendengarkan dengan hati.

“Sebagaimana dikatakan Jalaluddin Rumi, ‘Beyond right and wrong, there is a field. I’ll meet you there.’ Itulah esensi Cross-Cultural Religious Literacy (CCRL) menciptakan ruang pertemuan tanpa prasangka,” katanya.

Pendidikan sebagai Ruang Hidup yang Menumbuhkan Kebhinekaan

Wamen Atip juga menyampaikan bahwa pendidikan harus menjadi ruang hidup yang mencerminkan denyut keberagaman. Ia menyoroti peran guru sebagai agen perdamaian dan perekat sosial melalui program pelatihan CCRL yang sejak 2021 telah melibatkan ribuan guru dari berbagai agama di Indonesia. “Mereka adalah para pahlawan yang membangun jembatan kepercayaan, tidak hanya memahami perbedaan, tetapi juga mempraktikkan empati,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa Astacita Presiden Prabowo serta 8 dimensi profil lulusan yang sedang dikembangkan Kemendikdasmen untuk mencetak peserta didik yang beriman, berkarakter, kritis, kreatif, kolaboratif, mandiri, sehat, dan komunikatif. Untuk memperkuat dimensi karakter dalam realitas pluralisme, CCRL harus menjadi fondasi utama pendidikan karakter nasional. Selain itu, gerakan “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH)” dan penguatan peran Guru Wali disebut sebagai langkah nyata membangun kebiasaan baik, empati, dan kepekaan sosial sejak dini.

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter (Kapuspeka), Rusprita Putri Utami, yang turut menjadi pembicara dalam Breakout Session dengan tema “Character Building to Strengthen Social Trust in a Diverse Society” juga menyampaikan bahwa pentingnya pembentukan karakter melalui proses pembiasaan, khususnya bagi generasi muda yang tumbuh di era digital dan keberagaman global.

“Anak-anak kita, Generasi Z dan Alpha, tumbuh di tengah paparan luar biasa terhadap keragaman melalui media sosial dan dunia digital. Karena itu, menanamkan karakter toleran dan menghargai perbedaan sejak dini menjadi sangat penting,” ujar Rusprita.

Ia menambahkan jika proses pembiasaan positif merupakan kunci pembentukan karakter yang berkelanjutan. “Kebiasaan akan membentuk karakter, dan jika dilakukan secara kolektif akan membentuk peradaban. Ini bukan hanya tugas sekolah, tetapi ekosistem pendidikan secara menyeluruh bagi pemerintah, keluarga, masyarakat, dan juga media,” tegasnya.

Rusprita juga mengungkapkan bahwa penguatan karakter telah dimulai sejak hari pertama anak masuk sekolah melalui program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, serta didukung oleh Modul Kebinekaan Global yang telah diakses lebih dari 285 ribu guru di seluruh Indonesia. Modul tersebut membantu guru menanamkan nilai toleransi melalui kegiatan kreatif, permainan edukatif, serta media pembelajaran berbasis digital.

“Aktivitasnya tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah tapi juga untuk mengenal dirinya, mengenal teman barunya dan mengenal gurunya,” ucap Rusprita.

Komitmen Regional dan Global

Dalam konteks regional, Wamen Atip mengajak seluruh negara anggota ASEAN untuk memperkuat kerja sama dalam membangun masyarakat yang tangguh, inovatif, dinamis, dan berpusat pada manusia, sebagaimana visi ASEAN Community Vision 2045. Tak hanya itu, ia mengajak agar menjadikan konferensi tersebut sebagai titik balik global dalam memperkuat kolaborasi lintas agama dan budaya. “Dari Indonesia, dari ASEAN, kita buktikan bahwa keberagaman bukan dilema, melainkan sumber kekuatan kita. Mari kita tegakkan martabat kemanusiaan sebagai fondasi kepercayaan sosial yang menjadi perekat bagi bangsa-bangsa,” tutup Wamen Atip.

Konferensi International on Cross-Cultural Religious Literacy (ICCRL) 2025 menjadi penegasan peran Indonesia dalam memajukan literasi keagamaan lintas budaya sebagai pilar penting untuk membangun dunia yang damai, berkeadaban, dan saling percaya.*** (Penulis: Ririn/Editor: Denty A., Seno H./Fotografer: Shaka)


Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
 
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Sumber: Nomor: 783/sipers/A6/XI/2025

Penulis: Ririn Ramandani

Editor: Denty Anugrahmawaty

Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Sekjen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen

Siaran Pers Terkait
Gambar Konten Terkait
Mendikdasmen dan Basarnas Tandatangani Nota Kesepahaman tentang Keselamatan Diri

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Pendidikan Vokasi Kepemilikan Konten Badan Bahasa Kepemilikan Konten BSKAP Kepemilikan Konten Guru Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang GTK Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Ruang Bahasa Kepemilikan Konten GTK Kepemilikan Konten Itjen Kepemilikan Konten Vokasi Kepemilikan Konten Sekjen Kepemilikan Konten Murid Kejuruan Kepemilikan Konten Guru PAUD Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Sekolah PAUD Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid PAUD Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Sastrawan Kepemilikan Konten Pegiat Literasi Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Karakter Kepemilikan Konten Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan Kepemilikan Konten Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru Kepemilikan Konten Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi Kepemilikan Konten Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan Kepemilikan Konten Pembangunan Bahasa dan Sastra

Diterbitkan pada : 27/02/2026

Gambar Konten Terkait
Sinergi Kemendikdasmen dan BPS Hadirkan Data Pendidikan Lebih Akurat dan Mutakhir

Kepemilikan Konten Sekjen

Diterbitkan pada : 26/02/2026

Gambar Konten Terkait
Kolaborasi Seluruh Ekosistem Pendidikan, Kunci Sukses Program Beasiswa Talenta Indonesia

Kepemilikan Konten PaudDikdasmen Kepemilikan Konten Pendidikan Vokasi Kepemilikan Konten Badan Bahasa Kepemilikan Konten BSKAP Kepemilikan Konten Guru Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Sekolah Kejuruan Kepemilikan Konten Dinas Pendidikan Kepemilikan Konten Ruang Murid Kepemilikan Konten Ruang GTK Kepemilikan Konten Ruang Sekolah Kepemilikan Konten Ruang Orang Tua Kepemilikan Konten Ruang Pemerintah Kepemilikan Konten Ruang Mitra Kepemilikan Konten Ruang Publik Kepemilikan Konten Ruang Bahasa Kepemilikan Konten GTK Kepemilikan Konten Itjen Kepemilikan Konten Vokasi Kepemilikan Konten Sekjen Kepemilikan Konten Murid Kejuruan Kepemilikan Konten Guru PAUD Kepemilikan Konten Guru Dikdasmen Kepemilikan Konten Sekolah PAUD Kepemilikan Konten Sekolah Dikdasmen Kepemilikan Konten Murid PAUD Kepemilikan Konten Murid Dikdasmen Kepemilikan Konten Mitra Dikdasmen Kepemilikan Konten Orang Tua Kepemilikan Konten Sastrawan Kepemilikan Konten Pegiat Literasi

Diterbitkan pada : 26/02/2026